Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2012

Kritis dan Kemauan untuk Mengkritisi

Kritis dan Kemauan untuk Mengkritisi
Sebagaimana menjadi dewasa adalah suatu pilihan, menjadi kritis dan mau mengkritisi juga pilihan. Menurut saya, ada banyak tipe orang sebenarnya jika dikelompokkan berdasarkan kritis ini. Mungkin topik ini akan membahs topik yang sedikit kontrversial, tapi menurut saya krusial pula untuk didiskusikan.
1.       Ada yang memang tidak mau menjadi kritis, ”Buat apa kritis, toh apa gunanya, jalani aja kehidupan apa adanya, ikut aja apa kata orang-orang”, yang seperti ini mungkin bisa dimasukkan kepada kelompok orang-orang yang melakukan penyangkalan dan menyia-nyiakan anugerah atau mengalami kekecewaan yang sangat. Kalau tidak kritis, banyak unsur kehidupan yang berjalan stagnan, banyak masalah yang tak terpecahkan dan tentu saja banyak penemuan luar biasa bagi kehidupan tak akan dilakukan oleh para ilmuwan.Akal adalah anugerah yang diberikan oleh-Nya untuk bisa kita gunakan secara bertanggungjawab.
2.       Ada yang kritis. Sungguh kritis kepada banyak hal mulai dari hukum, pemerintahan, pertahanan keamanan, masalah sosial, finansial dan lain sebaginya. Namun ia lupa kepada sesuatu yang sebenarnya penting sekali. Ia belum kritis kepada agamanya sendiri. Padahal agama di dunia ini banyak. Sudahkah ia kritis memilihnya? Hmmm, padahal ia meyakini bahwa agama sebagai pedoman hidupnya.  Kenapa ia bisa selalai itu untuk urusan yang sepenting ini. Apakah ia sudah menjawab pertanyaan, “Apakah agamamu Benar? Ada kemungkinan salah pilih?”. Tentu saja ada kemungkinan salah pilih, apatahlagi bagi yang beragama layaknya warisan atau karena keturunan. Mohon, renungkanlah sejenak.
Masih banyak yang beragama A karena ia semata dilahirkan dari keluarga beragama A. Ketika ditanya mengapa beragama A, ia bingung mencari jawaban. Beruntung jika agama tersebut benar. Jika Salah? Sudahkah ia memilih sendiri? Tidak ada salahnya memilih kembali, walaupun pada akhirnya menjatuhkan pilihan kepada agama yang sama dengan saat kita dilahirkan. Saya bangga dan bersyukurkarena dilahirkan beragama Islam dari keularga Islam, dan dengan bangga pula kembali memilih Islam sebagai agama saya begitu saya mengerti masalah memilih ini. Saya bangga karena saya memilih agama saya sendiri. Saya Insya Allah akan mempertahankannya dan menjalankannya dengan sekuat saya karena saya yakin akan pilihan saya, saya yang memilihnya di atas agama-agama lain. Meminjam kalimat Ustad Bagus Hernowo, Kita akan bersungguh-sungguh dalam sesuatu hal jika kita mengetahui alasan kita melakukan sesuatu.
Sekali lagi berkaitan dengan memilih agama ini, jika kita jujur maka akal kita dan hati nurani kita sendiri secara fitrah menyangkal pernyataan semua agama benar. Karena tidak mungkin semuanya benar. Banyak agama yang isinya bertolak belakang dalam hal-hal yang krusial. Anda sudah mempelajarinya? Saya suka meminjam istilah Ustad Jefri, Pasti ada satu kebenaran paling objektif (umum) di atas kebenaran subjektif yang terbatas. Ada satu agama yang benar di antara agama-agama. Jangan terkecoh dengan pernyataan semua agama benar. Pernyataan semua agama benar mungkin hanyalah suatu alat pemersatu keduniawian semata. Jangan korbankan diri Anda oleh provokasi dunia.
3.       Ada yang kritis dan sudah mengkritisi agamanya sendiri. Sudah jelas dengan penjelasan di  paragraf sebelumnya
4.       Ada yang terlalu kritis tapi tak bertanggungjawab. Kritis sekali sampai akhirnya mengagungkan ilmu pengetahuan dan teknologi di atas segalanya. Saya meminjam logika Ustad Arifin Ilham dalam paragraf ini.Saat teknologi sangat berkembang, mereka di kelompok ini menganggap bahwa agama sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, sedangkan semua masalah sudah dapat diselesaikan dengan ilmu teknologi semata.  Kelompok ini bahkan mengesampingkan keberadaan Tuhan. Pada titik kulminasinya, mereka menganggap bukanlah Tuhan yang menciptakan manusia tapi manusialah yang mengada-adakan Tuhan alias manusia yang menciptakan Tuhan. Bahkan dengan alibi yang sangat nakal mereka bertanya,” Jika Tuhan itu ada, dimana adanya?” kalau Tuhan ada, kapan adanya? Telorkah dulu ataukah ayamkah dulu. Kalau Tuhan ada, bagaimana wujudnya?Bahkan sangat mungkin ada agama yang mempersonifikasikan Tuhan dalam bentuk benda, hewan, atau manusia. Ilmu pengetahuan atau akal atau kekritisan tersebutlah yang justru dijadikan Tuhan mereka.Kritis yang tak bertanggungjawab dan melupakan kejernihanlogika berpikir. padahal jika mereka mau jujur dalam kritisnya, maka mereka kan menemukan bahwa dunia ini pasti ada penciptanya. Namun seringkali dengan akal yang terbatas itu mereka sangat tak bertanggungjawab. Berkaitan dengan ini, sebuah audio “Akal mencari Tuhan” sangat menarik untuk disimak. Audio ini berisi logika-logika rasional menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyesatkan tentang tidak adanya Tuhan, tentang pernyataan Karl Marx tentang semua agama adalah candu, tentang agama adalah tirani,dan berbicara juga tentang teori Relativitasdan banyak hal menarik lainnya.Setelah membahas dengan logika-logika menarik, Anda dipersilahkan mencari dan membuktikan sendiri mana agama yang benar, walaupun ditambahkan pula sebuah contoh bagi Anda. Terserah Anda dah, hi2. File audio ini sangat direkomendasikan bagi semua pemeluk agama jika memang Anda serius mencari kebenaran. Dengarkanlah terlebih dahulu sampai selesai barulah Anda protes isinya. Untuk mendownload kliklah di sini
Anda dapt memberikan umpan balik di sini secara nonemosional. Kita mencari kebenaran bukan berdebat mempertahankan keegoan kita masing-masing.
DOWNLOAD AUDIO AKAL MENCARI TUHAN

Kamu Mahasiswa Baru Kedokteran?


Informasi Buku-buku Kedokteran Buat Mahasiswa Baru
Anda mahasiswa baru? Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.
Menjadi mahasiswa merupakan momentum perubahan dari remaja yang biasanya ikut-ikutan arus perubahan menjadi sosok yang katanya agen perubahan atau agent of change. Perubahan status memang menuntut penyesuaian. Khusus untuk kasus Anda mahasiswa baru, termasuklah mahasiswa baru kedokteran, banyak yang perlu dipersiapkan sebagai penyesuaian awal mulai dari penyesuaian dengan lingkungan baru baik lingkungan kampus dengan segala sistem pendidikannya maupun dengan personil-personil baru di sekeliling, persiapan hidup mandiri terutama bagi calon anak kost, persiapan mental dan persiapanperlengkapan kuliah, termasuklah persiapan buku-buku.
Mengenai persiapan buku, Anda tentunya memerlukan informasi buku-buku kedokteran apa saja yang bermutu yang perlu dipersiapkan menjadi pendamping proses belajarmu, dan kapan waktu minimal ideal memilikinya.
Dalam dunia fisiologi misalnya ada banyak judul yang tersedia seperti Fisiologi Manusia Guyton, Fisiologi Sherwood, Fisiologi Ganong, Fisiologi Silverthon, Atlas Fisiologi Manusia Netter, dan masih banyak lagi judul dari banyak terbitan yang bisa menjadi pilihan. Anda tidak bisa mengkoleksi semuanya kecuali memiliki kantong yang tebal. Lagipulaakan sangat mubazir jika memebeli beberapa buku yang ‘serumpun’, manakala sebenarnya Anda cukup membeli 1 atau 2 buku dari rumpun itu saja. Hemat uang dengan memilih buku yang tepat, unggul kualitas isinya (dan mudah dipelajari tentunya) dari kumpulan judul serupa. Lalu Anda mungkin bertanya kepada saya, “Jadi buku-buku apa saja yang bagus? Bagaimana memilihnya?”
Saya bisa saja merekomendasikan judul-judul tertentu di sini untuk menjawab pertanyaan Anda tersebut, namun tulisan ini akan terlalu panjang jadi saya urung menuliskannya, mudah-mudahan di lain waktu bisa dituliskan dan dipasang linknya di postingan ini. Sebagai gantinya  Anda saya sarankan untuk mencoba beberapa hal sebagai berikut. Check these out, dah bro. Mudah-mudahan bermanfaat.
Link Buku yang direkomendasikan. Klik di sini
Tips Memilih Buku
1.       Mendapatkan informasi judul-judul buku yang tepat dari senior-senior Anda . Anda khawatir karena belum memiliki kenalan senior di kampusmu? Mungkin Anda dapat menanyakannya usai sholat berjamaah di masjid kampus. Hitung-hitung dapat kenalan baru dan mendapat pahala silaturahim juga, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, begitu kira-kira. Bahkan, jika diiringi niat ikhlas menjalin silaturahim, dengan izin-Nya silaturahim akan mendekatkan Anda sampai ke tingkat hati, maka sangat mungkin Anda akan bersahabat baik dengannya dan justru dipinjami buku-buku yang direkomendasikan oleh senior tersebut. Alhamdulillah.
Dapatkan informasi dari beberapa senior agar anda memiliki informasi dan pertimbangan dari berbagai perspektif. Sebaiknya carilah pendahulu yang tepat pula. Biasanya saat masa orientasi nanti, Andaakan diperkenalkan dengan sosok-sosok mahasiswa berprestasi. Mereka bisa menjadi salahsatu yang Anda mintai pendapat. Kalau kesulitan juga, hubungi lembaga dakwah kampus atau badan eksekutif mahsiswa, mereka insyAllah akan dengan senang hati membantu. Percayalah, anda Akan diuntungkan dengan banyak bertanya kepada mereka. Karena mereka akan memberikan pengalaman mereka yang berharga itu. Berharga karena Anda tidak perlu melewatinya (terutama pengalaman yang buruk) tapi langsung mendapatkan hikmah dan solusinya. Mereka juga memiliki informasi misal seputar isi kuliah dosen-dosen tertentu cenderung berasal dari buku-buku tertentu atau buku-buku mana yang applicable banget atau enjoy sekali deh dikunyah bahasanya, udah gitu enaaak.  Sebaliknya, ada yang sungkan bertanya, tapi terlalu bersemangat, sehingga banyak sekali buku yang dibeli tapi kemudian ternyata ia mendapati bahwa buku tersebut tak terlalu diperlukan, malah ada yang tidak sama sekali.Andai saja uang untuk membeli buku tersebut dialihkan untuk anggaran membeli buku lain atau kebutuhan kuliah lainnya. Biasanya ungkapan tersebutlah yang muncul. Nah... padahal menyesal tiada gunanya, dan berandai-andai tentang masa lalu memberikan peluang setan untuk masuk lalu melenakan kita berlama-lama dalam hal yang sia-sia,tiada gunanyadan membuat kita tidak bersyukur. Berbeda dengan impian masa depan, berandai-andai tentang masa lalu sangat sering kontraproduktif.
2.       Anda juga bisa melakukan hal yang sama dengan bertanya tukar informasi kepada teman-teman Anda di Fakultas Kedokteran lain baik itu teman yang tinggal di samping rumah atau yang sering bertemu di jejaring sosial. Biasanya kita akan mendapati ternyata ada judul-judul tertentu yang bagus namun belum pernah kita dengar, atau belum pernah kita lihat, akan tetapi sudah dipakai luas di kampus si teman/sohib kita tersebut. Wajar memang, lain ladang lain kutu buku, lain pula ilalangnya, ups salah, maksudnya wajar karena setiap Fakultas Kedokteran memiliki kecenderungan tersendiri perihal penggunaan literatur. Ada juga yang menghasilkan buku sendiri karena memiliki balai penerbitan buku mandiri.
3.       Kunjungi perpustakaan lalu bongkar-bongkar deh buku-buku yang ada di sana. Siapa tahu masih ada buku bagus yang belum dipinjam buat diaudisi bagus tidaknya dijadikan milik sendiri. Eiiits, bukan ngajarin nyolong tuh buku. Dapat bagian dosanya ane nanti. Maksudnya, buku dengan judul serupa di toko bukulah yang bakalan dijadikan milik sendiri.
4.       Surfing di internet juga bisa menemukan ebook-ebook kedokteran bermutu baik lewat website penjualan, lewat website yang memberikan ulasan atau resensi sebuah ebook buku ajar/klinis maupun website-website tertentu lainnya. Ebook ini ada beberapa jenis:
a.       Sebagian besar berbayar,
b.      Sebagian dinyatakan gratis disharing nonkomersial oleh penerbitnya, dan
c.       Sebagian yang lainnya sebenarnya berbayar namun dibajak, dicrack, diconvert dalam format yang berbeda dan dijadikan gratis oleh orang-orang yang sejujurnya sebenarnya tidak punya hak atas jual beli ebook tersebut.
Jenis ebok yang terakhir ini kadang membuat kita gamang antara memilih suatu kebutuhan dan tanggungjawab moral spiritual menjaga diri dari sesuatu yang syubhat (ragu-ragu) dan haram. Tak bisa dipungkiri kalau seringkali pula kita gagal mempertahankan idealisme dengan sedikit beralasan memberikan pembenaran kepada diri bahwa ini demi pendidikan, demi ilmu. Tapi hati kecil kadang bersuara jua, kan ebook buku ajar itu komoditas perdagangan juga, sedangkan perdagangan dengan siapapun dihormati akad jualbelinya. Ilmu adalah cahaya, sedang cahaya akan bersinar terang kepada yang menjaga kesucian. Nah, akhirnya Andalah adalah orang yang memutuskan untuk memilih dengan resikonya masing-masing. Pilihlah dengan bijak.
Namun tidak melulu mengkonsumsi buku-buku bergenre kedokteran saja. Selain buku-buku tersebut, jangan lupakan pula buku-buku lain yang menambah softskill Anda, buku-buku tentang Kepemimpinan (leadership),buku tentang teknik komunikasi yang baik dan tentu saja yang tak kalah penting buku-buku yang mengisi dan menstabilkan rohani Anda seperti buku keagamaan dan motivasi hikmah kehidupan. Agama bukanlah sesuatu yang menjadi pelengkap diri, jadi jangan biarkan agama diabaikan dalam kehidupan Anda.
Agama bukanlah sesuatu yang menjadi pelengkap diri, kita harus menekankan hal tersebut. Saatnya Anda menyesuaikan cara pandang Anda, apalagi sekarang Anda menyandang gelar mahasiswa, ‘siswa’ yang harusnya bisa berpikir dewasa tentu saja. Dewasa adalah pilihan. Demikian juga halnya dengan mendewasakan cara pandang adalah pilihan. Agama sekali lagi bukanlah pelengkap. Jangan terperangkap budaya sekuler yang mewabah. Agama hendaknya menjadi napas dalam semua gerak Anda, pedoman dalam hidup. Agamalah yang juga mengingatkan Anda untuk bisa membaur dimana saja dalam keadaan apa saja tapi tidak melebur untuk hal-hal tertentu yang masuk dalam tataran akidah. Ya, membaur tapi tidak lantas melebur.Anda sekarang adalah mahasiswa, saatnya cara pikir Anda memandang masalah sebagai seorang dewasa dan bukan lagi sebagai seorang pelajar SMA. Bukan bermaksud mengkerdilkan, tapi nyatanya memang selalu ada contoh pemikiran dan jiwa remaja terperangkap dalam tubuh dewasa. Tidak ada salahnya itu terjadi dalam tahap pembelajaran, namun menjadi suatu pertanyaan jika itu terjadi berkepanjangan.
Kritis dan Kemauan untuk Mengkritisi
Sebagaimana menjadi dewasa adalah suatu pilihan, menjadi kritis dan mau mengkritisi juga pilihan. Menurut saya, ada banyak tipe orang sebenarnya jika dikelompokkan berdasarkan kritis ini. Mungkin topik ini akan membahs topik yang sedikit kontrversial, tapi menurut saya krusial pula untuk didiskusikan.
1.       Ada yang memang tidak mau menjadi kritis, ”Buat apa kritis, toh apa gunanya, jalani aja kehidupan apa adanya, ikut aja apa kata orang-orang”, yang seperti ini mungkin bisa dimasukkan kepada kelompok orang-orang yang melakukan penyangkalan dan menyia-nyiakan anugerah atau mengalami kekecewaan yang sangat. Kalau tidak kritis, banyak unsur kehidupan yang berjalan stagnan, banyak masalah yang tak terpecahkan dan tentu saja banyak penemuan luar biasa bagi kehidupan tak akan dilakukan oleh para ilmuwan.Akal adalah anugerah yang diberikan oleh-Nya untuk bisa kita gunakan secara bertanggungjawab.
2.       Ada yang kritis. Sungguh kritis kepada banyak hal mulai dari hukum, pemerintahan, pertahanan keamanan, masalah sosial, finansial dan lain sebaginya. Namun ia lupa kepada sesuatu yang sebenarnya penting sekali. Ia belum kritis kepada agamanya sendiri. Padahal agama di dunia ini banyak. Sudahkah ia kritis memilihnya? Hmmm, padahal ia meyakini bahwa agama sebagai pedoman hidupnya.  Kenapa ia bisa selalai itu untuk urusan yang sepenting ini. Apakah ia sudah menjawab pertanyaan, “Apakah agamamu Benar? Ada kemungkinan salah pilih?”. Tentu saja ada kemungkinan salah pilih, apatahlagi bagi yang beragama layaknya warisan atau karena keturunan. Mohon, renungkanlah sejenak.
Masih banyak yang beragama A karena ia semata dilahirkan dari keluarga beragama A. Ketika ditanya mengapa beragama A, ia bingung mencari jawaban. Beruntung jika agama tersebut benar. Jika Salah? Sudahkah ia memilih sendiri? Tidak ada salahnya memilih kembali, walaupun pada akhirnya menjatuhkan pilihan kepada agama yang sama dengan saat kita dilahirkan. Saya bangga dan bersyukurkarena dilahirkan beragama Islam dari keularga Islam, dan dengan bangga pula kembali memilih Islam sebagai agama saya begitu saya mengerti masalah memilih ini. Saya bangga karena saya memilih agama saya sendiri. Saya Insya Allah akan mempertahankannya dan menjalankannya dengan sekuat saya karena saya yakin akan pilihan saya, saya yang memilihnya di atas agama-agama lain. Meminjam kalimat Ustad Bagus Hernowo, Kita akan bersungguh-sungguh dalam sesuatu hal jika kita mengetahui alasan kita melakukan sesuatu.
Sekali lagi berkaitan dengan memilih agama ini, jika kita jujur maka akal kita dan hati nurani kita sendiri secara fitrah menyangkal pernyataan semua agama benar. Karena tidak mungkin semuanya benar. Banyak agama yang isinya bertolak belakang dalam hal-hal yang krusial. Anda sudah mempelajarinya? Saya suka meminjam istilah Ustad Jefri, Pasti ada satu kebenaran paling objektif (umum) di atas kebenaran subjektif yang terbatas. Ada satu agama yang benar di antara agama-agama. Jangan terkecoh dengan pernyataan semua agama benar. Pernyataan semua agama benar mungkin hanyalah suatu alat pemersatu keduniawian semata. Jangan korbankan diri Anda oleh provokasi dunia.
3.       Ada yang kritis dan sudah mengkritisi agamanya sendiri. Sudah jelas dengan penjelasan di  paragraf sebelumnya
4.       Ada yang terlalu kritis tapi tak bertanggungjawab. Kritis sekali sampai akhirnya mengagungkan ilmu pengetahuan dan teknologi di atas segalanya. Saya meminjam logika Ustad Arifin Ilham dalam paragraf ini.Saat teknologi sangat berkembang, mereka di kelompok ini menganggap bahwa agama sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, sedangkan semua masalah sudah dapat diselesaikan dengan ilmu teknologi semata.  Kelompok ini bahkan mengesampingkan keberadaan Tuhan. Pada titik kulminasinya, mereka menganggap bukanlah Tuhan yang menciptakan manusia tapi manusialah yang mengada-adakan Tuhan alias manusia yang menciptakan Tuhan. Bahkan dengan alibi yang sangat nakal mereka bertanya,” Jika Tuhan itu ada, dimana adanya?” kalau Tuhan ada, kapan adanya? Telorkah dulu ataukah ayamkah dulu. Kalau Tuhan ada, bagaimana wujudnya?Bahkan sangat mungkin ada agama yang mempersonifikasikan Tuhan dalam bentuk benda, hewan, atau manusia. Ilmu pengetahuan atau akal atau kekritisan tersebutlah yang justru dijadikan Tuhan mereka.Kritis yang tak bertanggungjawab dan melupakan kejernihanlogika berpikir. padahal jika mereka mau jujur dalam kritisnya, maka mereka kan menemukan bahwa dunia ini pasti ada penciptanya. Namun seringkali dengan akal yang terbatas itu mereka sangat tak bertanggungjawab. Berkaitan dengan ini, sebuah audio “Akal mencari Tuhan” sangat menarik untuk disimak. Audio ini berisi logika-logika rasional menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyesatkan tentang tidak adanya Tuhan, tentang pernyataan Karl Marx tentang semua agama adalah candu, tentang agama adalah tirani,dan berbicara juga tentang teori Relativitasdan banyak hal menarik lainnya.Setelah membahas dengan logika-logika menarik, Anda dipersilahkan mencari dan membuktikan sendiri mana agama yang benar, walaupun ditambahkan pula sebuah contoh bagi Anda. Terserah Anda dah, hi2. File audio ini sangat direkomendasikan bagi semua pemeluk agama jika memang Anda serius mencari kebenaran. Dengarkanlah terlebih dahulu sampai selesai barulah Anda protes isinya. Untuk mendownload kliklah di sini
Anda dapt memberikan umpan balik di sini secara nonemosional. Kita mencari kebenaran bukan berdebat mempertahankan keegoan kita masing-masing.
DOWNLOAD AUDIO AKAL MENCARI TUHAN

Rekomendasi Buku Kedokteran

 klik link rekomendasi Buku lain (belum tersedia)
Rekomendasi Buku Kedokteran
Buku Jalan Menuju Dokter Muslim
Nah pada kesempatan yang berbahagia ini ada sebuah buku yang bisa direkomendasikan terutama bagi Kamu insan kedokteran yang Muslim. Sebuah buku berjudul Jalan Menuju Dokter Muslim, hasil coretan penuh hikmah kehidupan dari saudara-saudarimu yang terlebih dahulu menapaki hidup di kedokteran. Banyak hikmah yang dapat dijadikan pelajaran dan cambuk semangat hidup yang disari dari pengalaman nyata mereka selama di lingkungan kedokteran.

Buku ini sangat bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk mendapatklan gambaran dunia kedokteran baik dari masa preklinik maupun masa klinik. Baik dari sisi pemikiran, aplikasi maupun kehidupan sosialisasinya. Buku yang sarat hikmah dan berwawasan ini patut Anda miliki. Buku yang akan memberikan cara pandang baru lewat pengalaman berharga mereka. Anda siap?
Penulis buku ini berasal dari berbagai almamater kedokteran Indonesia. Untuk lebih jelasnya dapatkan buku ini segera.


“Disetiap perjalanan selalu ada pernik-pernik pemandangan disekitarnya, buku "Jalan Menuju Dokter Muslim" ini melukiskan pernik-pernik itu dengan detail yang menjadikan perjalanan itu indah.”
Abdul Mughni Rozy, dr., SpB Penulis buku Blue Surgeon

“Mantap.. Cerminan hidup sang calon dokter yang inspiratif!”
Egha Zainur Ramadhani, dr. Penulis buku best seller Super Health

“Enlightening. An honest and insightful stories of life in medical school. A breakthrough in medical students history: how merely knowledge and skill are not enough. One should be spiritual, one should be social, one should be compassionate. Truly heartwarming.”
Almira Aliyannisa, S.Ked

Fakultas Kedokteran Unpad
Mahasiswa Berprestasi Peringkat Dua Tingkat Nasional 2010


“Dengan membaca kisah-kisah inspiratif ini, kita diajak menyelami cara berfikir individu-individu calon dokter yang memiliki karakter yang kuat. Karakter menjadi penting sekarang ini, dimana banyak pemuda tidak memilikinya dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Inilah yang diimpikan oleh bangsa ini, pemuda-pemuda yang memiliki karakter dan dapat mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang jauh lebih bermoral dan bermartabat.”
Ali Reza, dr.

Ketua Umum FULDFK 2008-2009

Oh ya Anda bisa memperoleh buku tersebut di
Akhiza Collection (085245822422)
Harga 60.000 (belum termasuk ongkir)
Atau di Granada Bookmart, samping Kopma Universitas Tanjungpura
Jl. Muhammad Isya No.1, Dekat Bundaran Digulis Jl. Ahmad Yani. Pontianak, Kalimantan Barat

Ramadhan dan Ngabuburit = Ngajak Buru- Buru Merit?


Bulan ramadhan  adalah bulan yang pernuh keberkahan. Bulan dimana para muslimin diwajibkan  menjalankan ibadah puasa. Ibadah yang penuh hikmah, ibadah yang didalamnya terdapat prinsip kejujuran, terdapat semangat untuk menempa diri mengendalikan hawa nafsu, semangat berbagi, semangatmerasakan penderitaaan orang yang kelaparan karena kekurangan, dan tentu masih banyak hikmah lainnya.Namun kita tidak akan membahas itu kali ini.
Nah, friends, ada istilah yang menarik berkaitan ibadah puasa ini. Sebagian masyarakat melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka puasa. Aktivitas tersebut disebut Ngabuburit. Istilah yang kurang tahu kapan munculnya, tapi yang jelas banyak dipakai terutama  oleh remaja. Tapi tahu atau tidak, ternyata ada definisi lain dari Ngabuburit? Mau tahu? Akan dibahas kemudian.

Produktivitas di Bulan Ramadhan
Mengenai aktivitas Ngabuburit tersebut, ada yang mengisi dengan aktivitas seperti biasa di luar bulan ramadhan dan ada pula yang mengisinya dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat penuh kreativitas baik bersama teman maupun keluarga. Namun disayangkan banyak pula yang kurang baik, aktivitas yang dijalani kurang bermanfaat, bahkan banyak lagi yang sia-sia. Apa itu? Barangkali duduk sepanjang hari menonton TV, atau tidur-tiduran bermalas-malasan terus menerus, gaming terus-menerus termasuk dalam kelompok tersebut.  Ada yang beralasan karena tidak kuat. Mengakuhal tersebut dilakukan karena tak mampu mengerjakan aktivitas lain, karena merasa lemah fisik karena berpuasa sepanjang hari. Sebagian bahkan mengaitkan penurunan produktivitas dengan Bulan Ramadhan.
Padahal Bulan Ramadhan adalah momen istimewa penuh peluang untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan pahala ibadah yang berlipat ganda.Hendaknya ramadhan tidak menghalangi manusia untuk  berkreativitas. Ramadhan hendaknya tidak mengurangi produktivitas. Bukan syariat  Ibadah puasa Ramdahan ini yang salah namun manusianya yang terlalu memanjakan diri. Memanjakan diri mengikuti hawa nafsu untuk bermalas-malasan dengan alasan kondisi fisik yang lemah karena kelaparan. Hal ini berarti masih belum sempurnanya mengendalikan hawa nafsu. Kalau kita mau melihat  sirah/sejarah Nabi dan para sahabat, Ramadhan tidak menjadi penghalang mereka untuk beraktivitas membangun ummat, membangun masyarakat, berprestasi dalam kehidupan. Bahkan banyak pencapaian-pencapaian gemilang bermandikan keringat yang ditorehkan dalam  sejarah justru diraih di Bulan Ramadhan. Apa aja itu? Check Sirah lagi ya... karena kita tidak membahas itu pada tulisan kali ini, dan kuat prasangka kita bahwa Anda bersemangat membaca sirah.

Ngabuburit = Nagajak Buru-Buru Merit?
http://www.nikahyuk.com/
Wah, ini dia definisi yang mau dibahas itu? Ga salah?
Hmm, hi2, ga salah. Itulah, ternyata Ngabuburit didefinisikan pula sebagai kependekan dari Ngajak Buru-Buru Merit. Waaah, seru gak tuh? Hi2, saya menemukan definisi baru ini di Time line (TL) nya sebuah akun twitter yaitu TWEET Nikah (follow yaah, hi2). Sang empu akun dengan lucunya memprovokasi para followernya dengan tweet berikut.
Check this out:


Spontan para follower menanggapi tweet provokatif tersebut dengan komentar positif. Ada pula yang mengapresiasi tweet ini sebagai bentuk gagal paham yang keren.
Perlu diingat, ngabuburit adalah kata baru yang dimunculkan belakangan (mungkin awalnya ini bahasa remaja ya), bukan khazanah bahasa kita sejak lama. Nah, karena itu, walaupun diklaim sebagai salah mendefinisikan (karena gagal paham), saya malah menginginkan definisi ini dipertahankan juga. Sama seperti istilah ngabuburitdengan definisi pertama di atas, entah siapa yang pertama memunculkan namun karena banyak yang menggunakan, akhirnya bertahan kan? Lagipula saya sangat setuju dengan salah satu follower lain yang mengatakan ini adalah gagal paham yang keren., hi2.

Jelas admin akun sedang mentransfer motivasi menikah ke sinaps-sinaps di lobus otak para followernya, dapat dilihat di tweet-tweet lainnya (hmmm, follow yaah). Btw, Saya setuju nih dengan himbauan cepat nikah, walaupun saya nyatanya masih berproses kesana. Saya setuju himbauan cepat nikah ditanamkan di kepala. Karena dengan disemainya gagasan tersebut, akan tumbuh motivasi untuk menikah. Selanjutnya motivasi tersebut akan mendorong kita berusaha untuk mampu secara fisik, mental, spiritual dan finansial serta berikhtiar untuk mampu pula menjaga kesucian diri sebelum pernikahan suci itu. Motivasi cepat nikah dan termasuk nikah itu sendiri jika dilaksanakan dengan baik akan menjaga kesucian manusia, sepertimana prinsip-prinsip hukum Islam yang mengedepankan asas preventif dibanding asas kuratif ( walaupun keduanya tentu saja sama-sama dilaksanakan).Bandingkanlah dengan gagasan pacaran yang disemai. Hmmm, pacaran kan ga harus nikah, tujuannya juga seringkali ajang uji coba cocok atau tidak, bahkan tidak sedikit yang cuma main-main. Jika kita mau berpikir jernih dan jujur, motivasi menikah bisa menjadi solusi banyak masalah individu, masalah sosial dan kesehatan, terutama penyakit menular seksual.Apatah lagi menikah dengan mengharap ridho Allah Sang Pencipta.
Tidak ingin berpanjang lebar lagi, apakah anda ingin menyampaikan keinginan “ngabuburit” (ngajak buru-buru merit) seseorang? Hi2, Saya menunggu cerita/ kabar dari Anda.
Salam. Semoga bermanfaat
Wallahualambishshawab.Wassalaamualaikumwr..wb..

*Pesan sponsor, hal-hal baik termsuk peruabahanperubahan positif dalam sikap dan beribadah yayang telah berhasil dicapai selama bulan ramadahn ini, dipertahankan ya? Tetap pertahankan di bulan2 lain, jangan hanya di bulan puasa aja. Sip? OK? Wasslamualaikumwrwb.

Bismillah


Udah berapa kali sih kita mengucapkan nama Allah hari ini ???.........................
Bismillah artinya aku memulai pekerjaanku dengan menyebut nama Allah. Makna ini menunjukkan pada kita bahwa Bismillah adalah kalimat sangat penting untuk mengawali sebuah aktivitas. Bismillah membuat setiap pekerjaan kita jadi berbobot dan bernilai ibadah. Tanpa kata ini pekerjaan kita akan kehilangan makna.

Memulai pekerjaan dengan Bismillah artinya kita telah berada di gelombang 99 FQ. 99 adalah angka yang merujuk pada Asma Allah, FQ=Frekuensi Qolbu. Jadi, mengawali dengan Bismillah artinya menyetel hati kita di gelombang yang kondusif untuk bekerja berdasarkan suara hati. Hati memiliki gelombang yang bervariasi dan sangat mudah berubah. Tetapi ia juga bisa tetap di gelombang yang sama jika kita memohon pada Allah                                                                                                                                                               
Jika aktivitas tidak dimulai dengan gelombang ini, suara hati yang memandu aktivitas kita tidak jelas. Akibatnya, kita meraba-raba melakukan pekerjaan, kadang benar, kadang salah. Hm...mending kalo banyak benarnya, kalo banyakan salah gimana dunx???

Makanya, setel 99 FQ !!!!!
Pas mau makan, kita buka 99 FQ, maka kita akan dipandu untuk mengingat adab-adab makan. Mau berpakaian, baca Bismillah, maka kita akan ingat adab berpakaian. Mau ujian baca Bismillah, kita akan ingat adab ujian (yaitu: Pilihlah jawaban yang paling benar).

Ungkapan Bismillah baru akan ‘on’ kalo udah dihubungkan dengan hati.
Inilah makna firman Allah SWT dalam QS Al Anfal Ayat 2 :
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah maka gemetarlah hati mereka”
Artinya, Bismillah yang kita ucapkan bukan hanya dari lisan, tapi juga dari hati kita. Jika antara lisan dan hati sudah connect, barulah gelombang 99 FQ dapat kita akses.
Nah....tunggu apalagi ???

Yuk, bergabung di 99 FQ dan jadilah ‘orang-orang terpilih’ yang dapat mengakses frekuensi ini !
* Bismillahirrohmaanirrohiim (Dengan (menyebut) asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)

Hukum Hadiah untuk Kompensasi Dokter Meresepkan Obat dari Pabrik Tertentu


Semoga Idealisme bisa bertahan. Kuatkan kami ya Allah...


Hukum Hadiah untuk Kompensasi Dokter Meresepkan Obat dari Pabrik Tertentu


Hadiah Dokter Suap
Menimbang adanya persaingan ketat di antara perusahaan obat yang demikian banyak, maka perwakilan perusahaan obat memberikan hadiah kepada para dokter semisal pena yang tercantum padanya nama perusahaan, jam, tape recorder dll. Hadiah-hadiah tersebut adalah kompensasi karena dokter meresepkan obat yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Perlu diketahui bahwa perusahaan obat memang telah menyiapkan anggaran khusus untuk iklan. Terkadang perusahaan obat menjanjikan hadiah dengan nilai tertentu sebagai kompensasi karena telah meresepkan obat tertentu dalam jumlah tertentu.
Terkadang perusahaan obat menjanjikan kepada dokter hadiah sebagai kompensasi karena telah meresepkan obat tertentu tanpa menargetkan nilai tertentu untuk obat yang diresepkan. Terkadang isi obat sama, akan tetapi obat tersebut diproduksi oleh beberapa perusahaan dengan nama yang berbeda-beda. Seorang dokter lantas meresepkan obat yang perwakilan perusahaan pemroduksinya rutin mengunjunginya dengan membawa berbagai macam hadiah. Apakah memasarkan obat dengan cara semacam ini diperbolehkan ataukah tidak? Apa hukum hadiah perusahaan obat kepada dokter?

Jawaban Lajnah Daimah:
لا يجوز للطبيب أن يقبل الهدايا من شركات الأدوية ، لأن ذلك رشوة محرمة ، ولو سميت بهدية ، أو غير ذلك
من الأسماء ، لأن الأسماء لا تغير الحقائق ، ولأن هذه الهدايا تحمله على الحيف مع الشركة التي تهدي إليه دون غيرها ، وذلك يضر بالشركات الأخرى
Tidak boleh bagi seorang dokter untuk menerima hadiah dari berbagai perusahaan obat karena hadiah tersebut adalah suap yang tentu saja hukumnya adalah haram meski diberi kedok 'hadiah' atau nama indah lainnya karena perubahan nama itu tidak mengubah hakikat sesungguhnya.
Alasan lain untuk melarang hadiah semacam ini adalah karena hadiah ini mendorong seorang dokter untuk hanya berpihak kepada perusahaan obat yang memberikan hadiah kepadanya yang tentu saja dampaknya adalah merugikan perusahaan lain.


Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah alu Syaikh, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Ghadayan dan Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan (Fatawa Lajnah Daimah, 23:570-572, pertanyaan pertama dalam fatwa no.21772).
Sumber: http://pengusahamuslim.com/hukum-hadiah-untuk-1609